Repository Universitas Lampung

Anakisis efisiensi energi di Industri. Studi kasus Industri furniture di Semarang, Jawa Tengah

Burhanuddin, Harmen (2010) Anakisis efisiensi energi di Industri. Studi kasus Industri furniture di Semarang, Jawa Tengah. Prosiding Bagian III Seminar Nasional Sains dan Teknologi III (11). pp. 237-247. ISSN 978-979-8510-20-5

[img]
Preview
PDF
Download (727Kb) | Preview

    Abstract

    Industri merupakan salah satu sektor pengguna energi terbesar. Konsumsi energi final sektor industri berdasarkan data tahun 2006 adalah 317.106.778 sbm atau sekitar 36% dari total konsumsi energi final Indonesia pada tahun tersebut. Komponen biaya energi suatu industri berkisar antara 10% - 30% dari total biaya produksi. Fluktuatifnya harga energi di pasar global menambah ketidakpastian dalam hal perencanaan biaya produksi dan ini menambah pentingnya untuk melakukan kegiatan efisiensi energi. Hal tersebut dapat dicapai dengan beberapa cara seperti, perilaku pemakaian yang efisien, perawatan yang baik, penggunaan peralatan yang hemat energi, dan pemanfaatan kembali energi yang terbuang. Besarnya penghematan yang dapat dilakukan sangat tergantung pada bentuk usaha yang dapat dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah penghematan dalam hal biaya energi, efisiensi energi untuk meningkatkan daya saing produk suatu industri. Langkah pertama yang dilakukan adalah audit energi. Usaha ini dilakukan untuk menentukan ketidakefisienan yang ada, untuk penyusunan target penghematan, dan penentuan potensi penghematan yang akan dapat dicapai. Setelah audit dilakukan, target yang rasional ditentukan, baru kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi dan pengimplementasiaannya. Pada industri furniture ini, langkah yang diusulkan adalah penggunaan sistem pembangkit listrik sendiri dengan menggunakan sistem pembangkit kogenerasi. Dimana sistem pembangkit ini nantinya, selain akan menghasilkan energi listrik juga akan menghasilkan uap air/steam yang akan digunakan sebagai pengering kayu. Dari hasil audit juga ditemukan suatu kesalahan yang fatal akibat terbaliknya pemasangan alat pengukur pemakainan listrik pada waktu beban pucak dan pemakaian waktu beban normal. Besar kerugian akibat hal ini diprediksikan sebesar Rp 403,917,239,- selama dua tahun pemakaian.

    Item Type: Article
    Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
    Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
    Depositing User: Fakultas Teknik Mesin
    Date Deposited: 10 Apr 2013 16:07
    Last Modified: 10 Apr 2013 16:07
    URI: http://repository.unila.ac.id/id/eprint/183

    Actions (login required)

    View Item