Repository Universitas Lampung

Potensi Penggunaan Pembangkit Kogenerasi di Industri Garment

Burhanuddin, Harmen (2012) Potensi Penggunaan Pembangkit Kogenerasi di Industri Garment. Prosiding Seminar Nasional Energi Terbarukan dan Produksi Bersih (8). pp. 309-317. ISSN 978-979-8510-49-6

[img]
Preview
PDF
Download (1118Kb) | Preview

    Abstract

    Industri merupakan salah satu pengguna energi terbesar. Konsumsi energi final sektor industri berdasarkan data tahun 2009 adalah sebesar 295.633.887.000 setara barel minyak atau sekitar 31,18% dari total konsumsi energi final Indonesia pada tahun tersebut. Komponen biaya energi suatu industri berkisar antara 10% - 30% dari total biaya produksi. Fluktuatifnya harga energi di pasar global menambah ketidakpastian dalam hal perancanaan biaya produksi dan pentingnya untuk melakukan kegiatan efisiensi energi. Efisiensi dapat dicapai dengan beberapa cara, antara lain dengan perilaku pemakaian yang efisien, perawatan yang baik, penggunaan peralatan yang hemat energi, dan pemanfaatan kembali energi yang terbuang. Besarnya penghematan yang dapat dilakukan sangat tergantung pada bentuk usaha yang dapat dilakukan. Selain penghematan dalam hal biaya energi, efisiensi energi juga dapat meningkatkan daya saing produk suatu industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensi penghematan pemakaian bahan bakar melalui penggunaan pembangkit kogenerasi di suatu industri garment. Kajian ini dimulai dengan perhitungan penggunaan energi listrik dan konsumsi steam. Dari karakteristik atau pola pemakaian listrik dan steam selanjutnya dilakukan penentuan kapasitas dan jenis sistem pembangkit kogenerasi yang akan digunakan. Selanjutnya dilakukan perhitungan potensi penghematan pemakaian bahan bakar yang digunakan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan sistem pembangkit kogenerasi cukup potensial. Profil dari konsumsi steam dan listrik secara garis besar memberikan informasi umum tentang tingkat potensinya. Berdasarkan tingkat konsumsi steam dan listrik untuk periode satu tahun diketahui penggunaan sistem kogenerasi akan dapat menghemat 858.48 ton batubara atau setara dengan penghematan sebesar Rp 558,012,256,-. Karena adanya pengurangan jumlah batubara yang dibakar, maka besarnya CO2 yang diemisikan juga akan berkurang sebesar 1,324 ton.

    Item Type: Article
    Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
    Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
    Depositing User: Fakultas Teknik Mesin
    Date Deposited: 10 Apr 2013 16:07
    Last Modified: 10 Apr 2013 16:07
    URI: http://repository.unila.ac.id/id/eprint/186

    Actions (login required)

    View Item