Repository Universitas Lampung

HUBUNGAN SPASIAL KEPADATAN PENDUDUK DAN PROPORSI KELUARGA PRASEJAHTERA TERHADAP PREVALENSI TUBERKULOSIS PARU DI BANDAR LAMPUNG

Dyah Wulan Sumekar Rengganis, Wardani HUBUNGAN SPASIAL KEPADATAN PENDUDUK DAN PROPORSI KELUARGA PRASEJAHTERA TERHADAP PREVALENSI TUBERKULOSIS PARU DI BANDAR LAMPUNG. Prosiding Seminar Hasil Penelitian . ISSN 978-979-8510-79-3

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
PDF (Surat Pernyataan Pertanggung Jawaban Mutlak) - Published Version
Download (270Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF (Artikel Prosiding Seminar Hasil Penelitian 2014) - Published Version
    Download (361Kb) | Preview

      Abstract

      Insidens tuberkulosis di Bandar Lampung, Indonesia, pada tahun 2009-2011 mengalami peningkatan, walaupun angka kesembuhan TB dengan strategi DOTS telah mencapai lebih dari 85%. Analisis autokorelasi spasial diketahui sebagai perangkat interaktif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi hubungan spasial antara variabel-variabel, yang bermakna secara statistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan spasial antara prevalensi TB dan kepadatan penduduk serta antara prevalensi TB dan proporsi keluarga prasejahtera, pada bulan Januari-Juli 2012 di Bandar Lampung. Data kepadatan penduduk dan proporsi keluarga prasejahtera diperoleh dari data sekunder di 13 kecamatan di Kota Bandar Lampung. Sedangkan data prevalensi TB diperoleh dari pelayanan kesehatan yang telah melaksanakan DOTS di Bandar Lampung, yang terdiri dari 27 puskesmas dan 1 rumah sakit. Data prevalensi TB, kepadatan penduduk dan proporsi keluarga prasejahtera dianalisis dengan menggunakan Geoda 0.9.5-i (Beta). Kecamatan dengan prevalensi TB tinggi merupakan kecamatan dengan dengan kepadatan penduduk dan proporsi keluarga prasejahtera yang juga tinggi. Akan tetapi, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara prevalensi TB dan kepadatan penduduk (p=0,97) serta tidak ada hubungan antara prevalensi TB dan proporsi keluarga prasejahtera (p=0,23). Identifikasi kecamatan dengan prevalensi TB tinggi, kepadatan penduduk tinggi dan proporsi keluarga prasejahtera yang tinggi, dapat digunakan untuk mendukung program pengendalian TB, khususnya untuk menjangkau populasi yang berisiko dan mengintensifkan penemuan kasus. Kata kunci: autokorelasi spasial, proporsi keluarga prasejahtera, kepadatan penduduk, prevalensi TB

      Item Type: Article
      Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
      Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Pendidikan Dokter
      Depositing User: Dyah Wulan Wardani
      Date Deposited: 21 Mar 2016 12:53
      Last Modified: 21 Mar 2016 12:53
      URI: http://repository.unila.ac.id/id/eprint/842

      Available Versions of this Item

      Actions (login required)

      View Item